-
Inspired by Grahita Drestantia
Tulisan ini saya buat satu setengah tahun yang lalu saat saya mendengar curahan hati sahabat saya, menuliskannya membuat saya mengerti bahwa persoalan hati bukan hanya urusan siapa mencintai siapa, tetapi lebih kepada siapa menghargai siapa..
“Banyak wanita yang hanya mampu meminjam hati laki-laki,tetapi hanya sedikit yang mampu memilikinya” -Kahlil Gibran-
Seandainya quote kahlil gibran itu dibalik menjadi “banyak laki-laki yang hanya mampu meminjam hati wanita,tetapi hanya sedikit yang mampu memilikinya” bagaimana menurut anda??
ya…ini terjadi,saat anda mendengar ada orang yang mengatakan bahwa dia sudah memberikan hatinya untuk orang lain,tapi ternyata di kemudian hari hal tersebut dibuang jauh oleh orang yang diberi hati.. bagaimana perasaan anda??
bagaimana kalau situasinya, saat anda putus, kemuidan anda dianggap tidak memiliki arti apa-apa?? dan semua hubungan yang selama ini sudah ada,dianggap cuma angin oleh orang yang diberi hati itu.
orang itu seakan berkata pada anda jika melupakan anda adalah hal yang sangat mudah,sedangkan anda berpendapat, melupakan dia adalah hal yang mustahil.
banyak sudah air mata yang tercurah untuknya, tapi dia?? mungkin cuma perasaan bersalah saja yang membuat dia berpikir,selain itu hanya ada rasa bebas, bebas dari anda.
bebas dari kewajiban menghubungi anda, menemani anda , berkata bahwa teramat berartinya anda baginya… kemudian anda berpikir untuk apa semua ini??
anda pasti masih bertanya-tanya,apakah ini akhir dari semua cerita??
haruskah ini menjadi akhir skenarionya??mungkin anda berpikir, semua ini hanya permainan belaka??
jika iya, mungkin salah hati ini memberikan tempatnya bagi dia„hmmm, mungkin dia sekarang sudah terbang jauh membawa hati anda, hingga anda tidak tahu lagi bagaimana harus mengambil hati itu lagi.
semuanya karena anda cuma punya satu hati..dan ternyata sudah anda berikan kepadanya yang belakangan anda tahu, salah.
sekarang anda mungkin mengutuk,mencaci,berteriak.
tapi ketika anda bertanya ke dalam hati kecil anda, apa hati kecil anda mau mengutuk dia,mencaci dia,dan berteriak untuk dia?? apa hati kecil anda cukup kuat untuk berteriak sekeras itu? ke seseorang yang ternyata telah memiliki hati anda.
malam-malam anda seakan bicara tentang namanya,
dia sudah terlalu menjadi bagian dari kehidupan anda, dia terlalu masuk ke dalam hari-hari anda, dia serba terlalu buat anda.
dan apakah anda berpikir dia terlalu kejam memperlakukan anda seperti ini?dan saat ini anda cuma bisa melawan waktu saja untuk melupakan dia
Berdiri sendiri..disini, di titik ini, tanpa dia..-Kawan, semoga waktu menjadi teman terbaikmu saat ini dengan mempercepat tiap detiknya dan memberikanmu sebuah arti bahwa hidup ini indah tanpa dia-
Bandung, 7 Juni 2008, 01.35 am