1. Saya ingin jadi pilot

    “i have a dream..” -Marthin Luther King Jr

    ya.. who doesn’t??

    masalahnya baru bermulai ketika lo mengungkapkan mimpi lo, lo langsung dicap aneh, ga tau diri, kelewatan bermimpi, dan udah gila..

    mereka dengan mudahnya bilang, ga bakal lo bisa kaya gitu..lo ga pantes…dan sederet kata2 negatif.

    dan ini terjadi pada saya, saya yang berkacamata minus ini dan mempunyai tinggi rata2 orang indonesia (kalau tidak mau dibilang pendek) menulis status di situs jejaring sosial “saya ingin jadi pilot” dan hasilnya cukup mengejutkan..

    dari 6 orang yang me-reply status saya, 3 orang menertawakan kondisi fisik saya, 1 orang mempunyai keinginan yang sama dengan saya, 1 orang mempertanyakan mengapa saya kuliah hukum, dan 1 orang lagi meminta diajak terbang kalau saya benar-benar jadi pilot :)

    feed back dari 3 orang yang menertawakan kondisi saya membuat saya ingin kembali menertawakan mereka.. hahaaha come on.. karena ketiga dari mereka bukanlah pilot..bahkan 2 orang dari mereka lebih pendek dari saya, dan yang paling esensial adalah mereka tidak mempunyai hak apa-apa mengatur hidup saya.

    jika ingin dirunut kebelakang, saat mereka lahir orang tua mereka pasti mempunyai harapan dan mimpi untuk mereka, sudah tercapaikah sekarang? atau adakah dokter kandungan yang berkata, “selamat ya buu..paakk.. kalau diliat2 anak ibu dan bapak tidak akan punya harapan dimasa depan”

    mimpi dan cita2 adalah hak setiap manusia, bahkan asasi statusnya menurut saya, karena tanpa mimpi tidak akan ada kehidupan(M J) dan kehidupan adalah sesuatu yang asasi bagi manusia. dan sesuai namanya, mimpi adalah sesuatu yang belum terjadi pada saat ia dilahirkan, mimpi adalah harapan, ia adalah keinginan.

    apa jadinya jika Bung Karno tidak bermimpi? ia tidak akan menulis “indonesia menggugat” ia tidak akan bercita2 tentang indonesia yang merdeka, dan tahukah anda ia menulis mimpinya pada saat apa? justru pada saat ia dipenjara, saat hak kebebasannya direnggut.

    tahukah anda bahwa Singapura hanyalah pulau kecil yang dipandang sebelah mata oleh Indonesia dan Malaysia 4 sampai 5 dekade yang lalu, Malaysia Indonesia pun menolak berdagang dengan Singapura…. ah,tapi sayang sekali, pemimpin dan rakyat Singapura punya mimpi, mereka jadi belajar mandiri ditengah kesendirian mereka, mereka berdandan sedemikian rupa sehingga tidak menjadi bebek yang buruk rupa, mereka belajar bahwa kehilangan dua konsumen(indonesia dan malaysia) bukan berarti membuat dunia mereka runtuh, mereka tetap menggantung tinggi-tinggi cita mereka dan mereka mencoba memantaskan diri dengan cita itu, hingga lihatlah mereka sekarang, mereka tidak menyerah dengan keadaan.

    ah sudahlah, saya tetap ingin jadi pilot, tetap ingin terbang, mengemudikan pesawat terbang, suatu hari nanti, dan saya akan memantaskan diri saya untuk itu karena mimpi saja terkadang tidak cukup..

    tetap bermimpi teman-teman… :)

    2 years ago  /  2 notes

    1. auliawiratama posted this