1. damai?

    deadline sudah mengejar saya bulan ini, tanggal 24 nanti dosen pembimbing 1 mengabarkan bisa bertemu, dan yak… setidaknya saya butuh 30 sampai 40 halaman lagi.

    hebatnya..

    bukankah seharusnya saya terperangkap bersama artikel dan buku-buku itu ya? tapi saya malah sibuk “curhat” disini, saya memilih untuk “sejenak” membebaskan pikiran saya dari perserikatan bangsa-bangsa, pasukan penjaga perdamainnya dan segala sesuatu yang melingkupinya, iya itu topik skripsi saya..

    menulis hal tentang PBB membuat saya jadi makin sadar kalau sesungguhnya yang namanya perdamaian itu ga akan pernah terwujud (literally “ga akan pernah”) dan negara-negara itu yang jumlahnya seratusan lebih itu… sebenarnya ga akan pernah berhenti berpikir bagaimana caranya memperluas wilayah, mengambil sumber daya alam, latihan perang, mencoba misil terbaru, dan segambreng hal hal lain

    ah, udahlah sudah dari awal semua dosen hukum internasional di kampus memberi keterangan kalau hukum internasional sendiri adalah bentuk turunan hukum perang, jadi buat apa heran kalau sampai sekarang senjata masih menyalak di pedalaman Kongo sana, korea utara berpikir kapan waktu yang tepat meluncurkan nuklirnya, Israel enggan bersalaman dengan palestina, juga tentara kamboja vs Thailand untuk urusan kuil Preah Vihear yang percayalah teman bahwa senjata mereka selalu “lock and load” dan menunggu siapa yang memuntahkan timah panas duluan.

    lalu siapa ya manusia di dunia ini yang menginginkan perdamaian? saya akan menjawab semuanya! bahkan Hitler sekalipun, permasalahannya adalah, hitler, mussolini, Bush, dll itu dihadapkan pada kondisi dimana mereka mempunyai kekuasaan, kuasa atas tentara, senjata, dan sebut saja semua hal yang dibutuhkan untuk mengagresi negara lain. Kuasa tadi berkomplot manis sekali dengan ego manusia itu sendiri yang ingin menang, tinggi, dan berkuasa. Karena menang dan berkuasa itu enak lho, luar biasa rasanya, dan bayangkan teman, anda berkuasa atas negara. Sebuah entitas yang menurut banyak ahli hukum internasional adalah abstrak, tapi negara menurut saya sangat real.. sangat real..hingga mampu memberi anda kekayaan, mampu memberi anda wilayah, memberi nama besar, singkatnya, luar biasa rasanya jadi kepala negara.

    jadi wajar kan kalau perang? dan seseorang dahulu memberi tahu saya bahwa sejarah panjang negara-negara di dunia ini ditulis dengan manis oleh tinta darah prajurit, rakyat, dan pemimpin mereka.

    hmmm…bukannya saya tadi bilang mau berhenti sejenak dari hal2 mengenai skripsi saya ya?

    sudahlah, inkonsistensi saya barusan mungkin tanda kalau saya harus berangkat tidur. Selamat malam!

    PS: ada yang pernah nyadar ga kalo lambang UN lebih mirip sasaran tembak dengan padi disekelilingnya? ini lambangnya..

    2 years ago  /  1 note

    1. auliawiratama posted this